modul ajar Bahasa Indonesia kls 7 sem ganjil dengan pendekatan deep learning untuk topik "Mengidentifikasi Elemen dalam Teks Naratif (Cerita Fantasi)". Modul ini dirancang untuk 2 pertemuan dengan alokasi waktu 160 menit


Modul ajar Bahasa Indonesia kls 7 sem ganjil dengan pendekatan deep learning untuk topik "Mengidentifikasi Elemen dalam Teks Naratif (Cerita Fantasi)". Modul ini dirancang untuk 2 pertemuan dengan alokasi waktu 160 menit.


Modul Ajar Bahasa Indonesia

A. Informasi Umum

  • Nama Penulis/Penyusun: Doddy, S.Pd

  • Institusi: SMP Negeri 3 Tgr

  • Tahun Penyusunan: 2025

  • Jenjang Sekolah/Tingkat: Fase/Kelas: D/7

  • Semester: Ganjil

  • Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia

  • Topik/Materi Pokok: Mengidentifikasi Elemen dalam Teks Naratif (Cerita Fantasi): Mengenali unsur-unsur pembangun cerita fantasi seperti alur, penokohan, latar, dan majas (misalnya majas sarkasme).

  • Alokasi Waktu: 2 Pertemuan (160 menit)

  • Kata Kunci: Cerita fantasi, alur, penokohan, latar, majas, sarkasme, deep learning, problem-based learning.

  • Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

  • Pendekatan: Deep Learning (Sarana & Prasarana: Komputer/Laptop, Proyektor, Akses Internet, Teks Cerita Fantasi, Papan Tulis/Whiteboard, Spidol/Alat Tulis, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), Kamus (cetak/digital)).

  • Target Peserta Didik: Peserta didik reguler.


B. Komponen Inti

Kompetensi Awal yang Harus Dimiliki Siswa

Peserta didik diharapkan telah memiliki pemahaman dasar tentang:

  • Membaca dan memahami isi teks sederhana.

  • Mengidentifikasi ide pokok atau informasi penting dari sebuah teks.

  • Kosakata dasar bahasa Indonesia.

Profil Pelajar Pancasila

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: Peserta didik mengembangkan nilai-nilai moral melalui cerita fantasi, misalnya menghargai perbedaan atau pentingnya persahabatan (melalui penokohan).

  2. Bernalar kritis: Peserta didik mampu menganalisis unsur-unsur cerita fantasi, mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dalam alur, dan menafsirkan makna majas.

  3. Kreatif: Peserta didik mampu menginterpretasikan elemen cerita fantasi dan mengembangkannya dalam diskusi atau presentasi.

Capaian Pembelajaran (CP) / Tujuan Pembelajaran (TP)

Capaian Pembelajaran (Fase D): Peserta didik mampu memahami dan menganalisis informasi yang disampaikan secara lisan atau tulis, serta mengidentifikasi ide pokok dan ide pendukung pada teks naratif, deskripsi, eksposisi, dan persuasi.

Tujuan Pembelajaran (TP):

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

  • Pertemuan 1:

  • Mengidentifikasi alur (tahapan: orientasi, komplikasi, resolusi) dalam teks cerita fantasi dengan tepat.

  • Menganalisis penokohan (karakter utama, antagonis, protagonis, tritagonis) dan sifat tokoh dalam teks cerita fantasi dengan benar.

  • Menentukan latar (tempat, waktu, suasana) dalam teks cerita fantasi dengan jelas.

  • Pertemuan 2:

  • Mengidentifikasi jenis-jenis majas, khususnya majas sarkasme, yang ditemukan dalam teks cerita fantasi.

  • Menganalisis fungsi dan makna majas sarkasme dalam konteks cerita fantasi.

Pemahaman Bermakna

  • Memahami unsur-unsur pembangun cerita tidak hanya sekadar mengetahui definisi, tetapi juga mampu mengidentifikasi bagaimana unsur-unsur tersebut saling berinteraksi membentuk keseluruhan cerita yang utuh dan bermakna.

  • Kemampuan menganalisis cerita fantasi dapat membantu kita memahami berbagai perspektif, mengembangkan imajinasi, dan menajamkan kemampuan berpikir kritis dalam menafsirkan pesan tersembunyi.

Pertanyaan Pemantik

  • Pernahkah kalian membaca cerita yang membuat kalian seolah-olah masuk ke dunia lain? Apa yang membuat cerita itu terasa nyata dan menarik?

  • Menurut kalian, apa saja yang harus ada dalam sebuah cerita agar cerita tersebut bisa dipahami dan dinikmati pembaca?

  • Bagaimana seorang penulis bisa membuat tokohnya terasa hidup atau membuat pembaca merasakan suasana tertentu dalam cerita?

Materi Pembelajaran

  • Teks Naratif (Cerita Fantasi): Pengertian, ciri-ciri umum.

  • Unsur-unsur Pembangun Cerita Fantasi:

  • Alur: Pengertian alur, tahapan alur (orientasi, komplikasi, resolusi).

  • Penokohan: Pengertian tokoh, jenis-jenis tokoh (protagonis, antagonis, tritagonis), dan sifat tokoh.

  • Latar: Pengertian latar, jenis-jenis latar (tempat, waktu, suasana).

  • Majas: Pengertian majas, jenis-jenis majas (fokus pada majas sarkasme), fungsi majas sarkasme dalam teks.

Kegiatan Pembelajaran:

Pendahuluan (15 menit per pertemuan)

  1. Pembukaan: Guru memberi salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran peserta didik.

  2. Apersepsi: Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengaitkan pengetahuan awal peserta didik dengan materi yang akan dipelajari.

  3. Motivasi: Guru menjelaskan manfaat mempelajari cerita fantasi dan unsur-unsurnya dalam kehidupan sehari-hari (misalnya, memahami pesan moral, mengembangkan imajinasi, atau menjadi pembaca yang kritis).

  4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan tersebut.


Kegiatan Inti (Variatif)

Pertemuan 1 (65 menit)

Topik: Alur, Penokohan, dan Latar dalam Cerita Fantasi

  1. Eksplorasi Konsep (20 menit):

  • Guru membagikan teks cerita fantasi pendek (atau menayangkan di proyektor).

  • Peserta didik membaca teks cerita fantasi secara individu atau berpasangan.

  • Guru menjelaskan secara singkat konsep alur, penokohan, dan latar menggunakan contoh dari teks yang dibaca atau contoh lain yang familiar bagi peserta didik. Guru menekankan bahwa pemahaman tidak hanya pada definisi, tetapi juga bagaimana mengidentifikasi dan menganalisisnya dalam teks.

  1. Diskusi Kelompok (30 menit):

  • Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 orang).

  • Setiap kelompok diberikan LKPD yang berisi panduan untuk mengidentifikasi alur (orientasi, komplikasi, resolusi), jenis tokoh dan sifatnya, serta latar (tempat, waktu, suasana) dari teks cerita fantasi yang telah dibaca.

  • Kelompok berdiskusi aktif untuk menganalisis teks. Guru berkeliling membimbing dan memfasilitasi diskusi, memastikan setiap anggota terlibat, dan mendorong mereka untuk memberikan argumen yang kuat atas hasil identifikasinya.

  1. Praktikum/Hands-on (15 menit):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka di depan kelas.

  • Kelompok lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan.

  • Guru memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap hasil presentasi, meluruskan miskonsepsi, dan memastikan pemahaman yang mendalam.

Pertemuan 2 (65 menit)

Topik: Majas (Sarkasme) dalam Cerita Fantasi

  1. Eksplorasi Konsep (20 menit):

  • Guru meninjau kembali konsep alur, penokohan, dan latar secara singkat.

  • Guru memperkenalkan konsep majas secara umum dan kemudian fokus pada majas sarkasme. Guru menjelaskan ciri-ciri dan fungsi majas sarkasme dalam cerita fantasi, memberikan beberapa contoh kalimat majas sarkasme.

  • Peserta didik diberikan teks cerita fantasi kedua (atau bagian lain dari teks sebelumnya yang mengandung majas sarkasme).

  1. Diskusi Kelompok (30 menit):

  • Peserta didik kembali ke kelompok masing-masing.

  • Setiap kelompok diberikan LKPD baru yang berfokus pada identifikasi kalimat-kalimat yang mengandung majas sarkasme dalam teks.

  • Kelompok menganalisis dan mendiskusikan makna serta efek penggunaan majas sarkasme dalam cerita tersebut. Guru mendorong peserta didik untuk menjelaskan mengapa mereka menganggap kalimat tersebut sebagai sarkasme dan apa dampaknya terhadap cerita.

  1. Praktikum/Hands-on (15 menit):

  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil temuan mereka tentang majas sarkasme, menjelaskan kalimat yang ditemukan dan analisis maknanya.

  • Guru memberikan feedback konstruktif, mengoreksi jika ada kekeliruan dalam identifikasi majas, dan memperdalam pemahaman peserta didik tentang majas sarkasme.


Penutup (10 menit per pertemuan)

  1. Refleksi: Guru dan peserta didik bersama-sama merefleksikan pembelajaran yang telah dilakukan, menyimpulkan poin-poin penting yang telah dipelajari.

  • "Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini?"

  • "Bagian mana dari materi ini yang paling menantang?"

  • "Bagaimana kalian akan menggunakan pengetahuan ini di masa depan?"

  1. Umpan Balik: Guru memberikan umpan balik umum mengenai partisipasi dan pemahaman peserta didik.

  2. Tindak Lanjut/Informasi Pertemuan Berikutnya: Guru memberikan gambaran singkat tentang materi untuk pertemuan selanjutnya atau memberikan tugas rumah jika ada.

  3. Doa dan Salam Penutup: Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.


Asesmen:

Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran Dimulai)

  • Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal peserta didik tentang teks naratif dan unsur-unsurnya.

  • Bentuk: Beberapa pertanyaan singkat (misal: pilihan ganda atau isian singkat) melalui kuis daring sederhana atau pertanyaan lisan.

  • "Apa yang kamu ketahui tentang cerita fantasi?"

  • "Sebutkan salah satu tokoh dalam cerita yang pernah kamu baca!"

  • "Menurutmu, apa itu 'latar tempat' dalam sebuah cerita?"

Asesmen Formatif (Selama Kegiatan Pembelajaran)

  • Tujuan: Memantau pemahaman peserta didik selama proses pembelajaran dan memberikan umpan balik berkelanjutan.

  • Bentuk:

  • Observasi: Pengamatan guru terhadap keaktifan dan partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok dan presentasi.

  • Kinerja Kelompok: Penilaian terhadap hasil kerja kelompok pada LKPD (akurasi identifikasi alur, penokohan, latar, dan majas sarkasme).

  • Tanya Jawab: Interaksi guru-peserta didik selama kegiatan eksplorasi konsep dan penutup.

Asesmen Sumatif (Setelah Pembelajaran Selesai)

  • Tujuan: Mengukur capaian tujuan pembelajaran secara keseluruhan.

  • Bentuk:

  • Ujian Tertulis (Individual): Peserta didik diberikan teks cerita fantasi baru dan diminta untuk:

  • Mengidentifikasi alur (orientasi, komplikasi, resolusi).

  • Menganalisis penokohan (jenis dan sifat tokoh).

  • Menentukan latar (tempat, waktu, suasana).

  • Mengidentifikasi dan menjelaskan makna majas sarkasme yang ditemukan dalam teks.

  • Rubrik Penilaian: Rubrik akan digunakan untuk menilai jawaban peserta didik, meliputi ketepatan identifikasi, kedalaman analisis, dan kelengkapan jawaban.

Pengayaan dan Remedial:

  • Pengayaan:

  • Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan baik, dapat diberikan tantangan tambahan seperti:

  • Menganalisis cerita fantasi yang lebih kompleks atau panjang.

  • Membandingkan unsur-unsur cerita fantasi dari beberapa teks yang berbeda.

  • Menulis bagian cerita fantasi pendek dengan fokus pada penggunaan majas sarkasme.

  • Mencari majas lain selain sarkasme dalam teks cerita fantasi.

  • Remedial:

  • Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru dapat melakukan:

  • Pembelajaran ulang materi yang belum dipahami secara individu atau kelompok kecil.

  • Pemberian latihan soal tambahan dengan bimbingan langsung dari guru.

  • Penggunaan media pembelajaran yang berbeda untuk membantu pemahaman (misalnya, video animasi yang menjelaskan unsur cerita).


C. Lampiran

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

LKPD Pertemuan 1: Mengidentifikasi Unsur Pembangun Cerita Fantasi

Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

  1. ...

  2. ...

  3. ...

  4. ...

Petunjuk:

  1. Bacalah teks cerita fantasi "Petualangan di Negeri Awan" (atau teks yang diberikan guru) dengan saksama.

  2. Diskusikan dengan kelompokmu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

  3. Tuliskan hasil diskusimu di lembar ini.

Teks Cerita Fantasi: (Sediakan teks cerita fantasi, misalnya sekitar 2-3 halaman A4)

Pertanyaan Diskusi:

  1. Alur Cerita:

  • Identifikasi bagian orientasi (pengenalan tokoh, latar, awal konflik) dari cerita. Tuliskan ringkasan singkatnya.

  • Identifikasi bagian komplikasi (munculnya masalah/konflik hingga puncak masalah) dari cerita. Jelaskan konflik utama yang terjadi.

  • Identifikasi bagian resolusi (penyelesaian masalah) dari cerita. Bagaimana masalah tersebut diselesaikan?

  1. Penokohan:

  • Siapa tokoh utama (protagonis) dalam cerita ini? Jelaskan sifat-sifatnya berdasarkan tindakan dan perkataannya.

  • Apakah ada tokoh antagonis (penghalang tokoh utama)? Jika ada, sebutkan dan jelaskan sifatnya.

  • Sebutkan tokoh-tokoh lain yang mendukung cerita (tritagonis) dan jelaskan peran singkatnya.

  1. Latar Cerita:

  • Di mana saja latar tempat cerita ini terjadi? Sebutkan dan jelaskan suasananya.

  • Kapan latar waktu cerita ini terjadi? (misalnya pagi, siang, malam, masa lalu, masa depan, abad keberapa).

  • Bagaimana suasana (emosi, perasaan) yang dominan dalam cerita ini (misalnya menegangkan, menyenangkan, sedih, misterius)? Berikan contoh kalimat atau peristiwa yang mendukung jawabanmu.


LKPD Pertemuan 2: Menganalisis Majas Sarkasme dalam Cerita Fantasi

Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

  1. ...

  2. ...

  3. ...

  4. ...

Petunjuk:

  1. Bacalah kembali teks cerita fantasi "Petualangan di Negeri Awan" (atau teks yang diberikan guru).

  2. Diskusikan dengan kelompokmu untuk menemukan kalimat-kalimat yang mengandung majas sarkasme.

  3. Tuliskan kalimat tersebut dan jelaskan makna sarkasme yang terkandung di dalamnya.

Teks Cerita Fantasi: (Sediakan teks cerita fantasi, bisa sama atau berbeda dengan pertemuan 1, tetapi harus mengandung majas sarkasme)

Tabel Analisis Majas Sarkasme:

No.

Kalimat yang Mengandung Majas Sarkasme

Makna Sarkasme (Apa maksud sebenarnya dari kalimat tersebut? Bagaimana efeknya dalam cerita?)

1.

"..."


2.

"..."


3.

"..."


...




Bahan Bacaan Guru & Peserta Didik

Untuk Guru:

  • Buku:

  • "Belajar Menulis Cerita Fiksi" oleh N.H. Dini

  • "Teori Fiksi" oleh Burhan Nurgiyantoro

  • Buku teks Bahasa Indonesia Kelas VII Kurikulum Merdeka.

  • Artikel/Jurnal:

  • Artikel tentang pendekatan Problem-Based Learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.

  • Artikel tentang konsep deep learning dalam pendidikan.

  • Jurnal-jurnal yang membahas analisis teks naratif.

  • Sumber Online:

  • Situs web pendidikan yang menyediakan materi tentang unsur intrinsik cerita.

  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring untuk definisi kata dan majas.

Untuk Peserta Didik:

  • Buku Teks: Buku Bahasa Indonesia Kelas VII Kurikulum Merdeka.

  • Cerita Fantasi:

  • "Lima Sekawan" karya Enid Blyton (atau adaptasinya jika terlalu panjang).

  • "Petualangan Doni dan Bola Ajaib" (contoh cerita fiksi pendek yang mudah ditemukan).

  • Cerita-cerita fantasi pendek yang relevan dengan usia dan tingkat pemahaman siswa.

  • Sumber Online:

  • Situs web yang menyediakan ringkasan atau penjelasan tentang unsur-unsur cerita (misalnya blog pendidikan, situs belajar).

  • Kamus daring (KBBI) untuk mencari makna kata sulit dan majas.

  • Video edukasi tentang alur, tokoh, latar, dan majas di platform seperti YouTube.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa terhadap Materi Norma dan Keadilan di Kelas VIII SMP Negeri X.

Daun Mint (Mentha piperita) dan manfaatnya untuk kesehatan:

Modul Ajar Bahasa Inggris untuk kelas VII semester 2 Mengenali dan menyebutkan kosakata benda-benda di sekolah atau lingkungan sekitar

Modul Ajar Bahasa Inggris: Kls 7 sem ganjil Describing People

Penggunaan Media Audiovisual untuk Meningkatkan Kesadaran Siswa tentang Pentingnya Konservasi Air di Lingkungan Sekolah.

Mangga