Modul Ajar Bahasa Indonesia kls 7/2 dengan pendekatan Deep Learning untuk materi cerita fantasi dan fabel,
Modul Ajar Bahasa Indonesia kls 7/2 dengan pendekatan Deep Learning untuk materi cerita fantasi dan fabel,
Modul Ajar Bahasa Indonesia
A. Informasi Umum
B. Komponen Inti
Kompetensi Awal yang Harus Dimiliki Siswa:
Peserta didik mampu membaca pemahaman teks sederhana.
Peserta didik memiliki pengetahuan dasar tentang berbagai jenis cerita (misalnya, dongeng, legenda).
Peserta didik memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok.
Profil Pelajar Pancasila:
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia: Peserta didik menghargai nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Bernalar Kritis: Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur intrinsik cerita, serta mengevaluasi informasi yang ditemukan.
Kreatif: Peserta didik mampu menghasilkan ringkasan cerita yang unik dan efektif.
Bergotong Royong: Peserta didik mampu bekerja sama secara efektif dalam kelompok untuk memecahkan masalah dan menyelesaikan tugas.
Capaian Pembelajaran (CP) / Tujuan Pembelajaran (TP):
Capaian Pembelajaran (Fase D):
Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi informasi, membandingkan berbagai sudut pandang dan menyimpulkan gagasan. Peserta didik membaca dan menganalisis berbagai jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi, persuasi) untuk mengembangkan pemahaman, interpretasi, dan evaluasi. Peserta didik menyajikan gagasan, pikiran, dan pandangan mereka dalam berbagai format.
Tujuan Pembelajaran (TP):
Melalui pendekatan Deep Learning dan model Problem-Based Learning, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menganalisis unsur-unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) cerita fantasi dan fabel dengan akurat.
Peserta didik mampu menyimpulkan isi cerita fantasi dan fabel berdasarkan analisis unsur intrinsik.
Peserta didik mampu menulis ringkasan cerita fantasi dan fabel dengan bahasa sendiri secara sistematis dan padu.
Pemahaman Bermakna:
Menganalisis unsur intrinsik dalam cerita fantasi dan fabel bukan hanya tentang memahami isi cerita, tetapi juga tentang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, empati, dan kreativitas. Dengan memahami bagaimana sebuah cerita dibangun, peserta didik dapat lebih dalam menikmati karya sastra, mengidentifikasi pesan moral, dan bahkan menginspirasi mereka untuk menciptakan cerita sendiri.
Pertanyaan Pemantik:
Pernahkah kalian membaca cerita yang membuat kalian seolah-olah masuk ke dunia lain? Apa yang membuat cerita itu terasa begitu nyata atau menarik?
Mengapa tokoh-tokoh dalam cerita, baik itu manusia, hewan, atau makhluk fantasi, sangat penting untuk sebuah cerita?
Bagaimana setting atau tempat kejadian cerita bisa memengaruhi perasaan kita saat membaca?
Menurut kalian, apa pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah cerita, meskipun ceritanya tentang makhluk yang tidak nyata?
Materi Pembelajaran:
Pengertian Cerita Fantasi: Karakteristik, jenis (total, irisan).
Pengertian Fabel: Karakteristik, fungsi.
Unsur Intrinsik Cerita:
Tokoh: Jenis tokoh (protagonis, antagonis, tritagonis), penokohan (langsung, tidak langsung).
Latar/Setting: Waktu, tempat, suasana.
Alur/Plot: Tahapan alur (orientasi, komplikasi, resolusi), jenis alur (maju, mundur, campuran).
Tema: Gagasan pokok cerita.
Amanat: Pesan moral atau nilai yang disampaikan penulis.
Menyimpulkan Isi Cerita: Menemukan ide pokok dan pesan penting.
Menulis Ringkasan Cerita: Teknik meringkas, kriteria ringkasan yang baik.
Kegiatan Pembelajaran:
Pertemuan 1: Pengenalan Cerita Fantasi dan Fabel (80 menit)
Pendahuluan (15 menit):
Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa.
Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar peserta didik.
Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan minat dan menstimulasi pemikiran awal tentang cerita.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan gambaran umum materi yang akan dipelajari (termasuk penjelasan singkat mengenai Deep Learning dan bagaimana peserta didik akan "menyelam" dalam materi).
Guru menjelaskan model Problem-Based Learning yang akan diterapkan, yaitu peserta didik akan dihadapkan pada masalah/kasus terkait cerita.
Kegiatan Inti (Variatif) (60 menit):
Eksplorasi Konsep (20 menit):
Peserta didik secara individu melakukan curah pendapat tentang definisi cerita fantasi dan fabel berdasarkan pengetahuan awal mereka, kemudian mencatatnya di buku catatan.
Guru menampilkan beberapa contoh cuplikan cerita fantasi dan fabel (gambar, video pendek, atau teks singkat) dan meminta peserta didik untuk mengidentifikasi perbedaannya.
Guru menjelaskan secara ringkas karakteristik umum cerita fantasi dan fabel melalui presentasi interaktif.
Diskusi Kelompok (40 menit):
Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
Setiap kelompok diberikan satu cerita fantasi atau fabel pendek (berbeda untuk setiap kelompok).
Masalah/Kasus: Guru memberikan "masalah" kepada setiap kelompok: "Identifikasikan mengapa cerita ini tergolong fantasi atau fabel. Apa ciri khas yang paling menonjol?"
Kelompok berdiskusi, mengidentifikasi ciri-ciri, dan mencatat hasil diskusi mereka di lembar kerja kelompok.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi singkatnya.
Penutup (5 menit):
Guru membimbing peserta didik untuk merangkum hasil diskusi tentang perbedaan dan persamaan cerita fantasi dan fabel.
Guru menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan berikutnya (pengenalan unsur intrinsik).
Guru menutup pembelajaran dengan apresiasi dan motivasi.
Pertemuan 2: Memahami Unsur Intrinsik Cerita (Tokoh, Latar, Alur) (80 menit)
Pendahuluan (10 menit):
Guru membuka pelajaran, mengulas sedikit materi sebelumnya, dan mengaitkannya dengan materi hari ini.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
Kegiatan Inti (Variatif) (65 menit):
Eksplorasi Konsep (25 menit):
Guru menampilkan definisi dan contoh tokoh, latar, dan alur menggunakan visual dan contoh singkat dari cerita yang familier.
Peserta didik diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi.
Guru menekankan pentingnya ketiga unsur ini dalam membangun sebuah cerita.
Diskusi Kelompok (40 menit):
Peserta didik kembali ke kelompok masing-masing (kelompok yang sama).
Masalah/Kasus: Guru memberikan masalah lanjutan: "Pada cerita yang telah kalian baca di pertemuan sebelumnya, identifikasi dan analisis secara mendalam tokoh, latar, dan alur yang ada. Bagaimana ketiga unsur ini saling berhubungan dan memengaruhi jalannya cerita?"
Kelompok menganalisis cerita secara lebih mendalam, mencatat temuan mereka di LKPD.
Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil analisisnya, dan kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan.
Penutup (5 menit):
Guru memberikan penguatan materi dan meluruskan miskonsepsi.
Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mencari satu cerita fantasi/fabel pendek lainnya sebagai bahan analisis mandiri di rumah.
Guru menutup pembelajaran.
Pertemuan 3: Memahami Unsur Intrinsik Cerita (Tema, Amanat) dan Menyimpulkan Isi Cerita (80 menit)
Pendahuluan (10 menit):
Guru membuka pelajaran dan mengulas kembali materi unsur intrinsik yang telah dipelajari.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
Kegiatan Inti (Variatif) (65 menit):
Eksplorasi Konsep (25 menit):
Guru menjelaskan konsep tema (gagasan pokok) dan amanat (pesan moral) menggunakan contoh-contoh relevan.
Guru menjelaskan teknik dasar menyimpulkan isi cerita (mencari ide pokok, menghubungkan antarbagian).
Guru memberikan contoh singkat bagaimana menemukan tema dan amanat dari sebuah cuplikan cerita.
Diskusi Kelompok (40 menit):
Peserta didik dalam kelompok menganalisis cerita fantasi/fabel yang telah mereka cari di rumah.
Masalah/Kasus: "Berdasarkan cerita yang telah kalian bawa, identifikasi tema dan amanat yang terkandung di dalamnya. Kemudian, simpulkanlah isi cerita tersebut secara singkat dan jelas, fokus pada poin-poin penting yang membangun keseluruhan cerita."
Kelompok berdiskusi, mencatat analisis tema dan amanat, serta menyusun kesimpulan.
Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis tema, amanat, dan kesimpulan mereka. Kelompok lain memberikan masukan.
Penutup (5 menit):
Guru memberikan umpan balik dan penguatan tentang pemahaman tema, amanat, dan cara menyimpulkan cerita.
Guru menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan fokus pada penulisan ringkasan.
Guru menutup pembelajaran.
Pertemuan 4: Menulis Ringkasan Cerita (80 menit)
Pendahuluan (10 menit):
Guru membuka pelajaran dan mengaitkan materi sebelumnya (menyimpulkan isi cerita) dengan keterampilan menulis ringkasan.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
Kegiatan Inti (Variatif) (65 menit):
Eksplorasi Konsep (20 menit):
Guru menjelaskan secara detail langkah-langkah menulis ringkasan cerita yang baik (membaca keseluruhan, menemukan ide pokok, menulis ulang dengan bahasa sendiri, memperhatikan urutan, menjaga proporsi).
Guru menampilkan contoh ringkasan yang baik dan yang kurang baik, lalu mendiskusikan perbedaannya.
Praktikum/Hands-on (45 menit):
Setiap peserta didik memilih satu cerita fantasi atau fabel (bisa dari yang sudah dianalisis di pertemuan sebelumnya, atau guru menyediakan beberapa opsi baru).
Masalah/Kasus: "Tuliskan ringkasan dari cerita fantasi/fabel pilihanmu. Pastikan ringkasanmu mencakup unsur-unsur penting cerita (tokoh utama, latar utama, alur inti, tema, dan amanat) namun tetap singkat, padat, dan menggunakan bahasamu sendiri."
Peserta didik secara individu mulai menulis ringkasan. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik personal.
Beberapa peserta didik yang bersedia dapat membacakan ringkasan mereka untuk mendapatkan umpan balik dari teman dan guru.
Penutup (5 menit):
Guru dan peserta didik merefleksikan proses pembelajaran dan pentingnya kemampuan meringkas.
Guru memberikan penekanan pada pentingnya membaca dan menganalisis cerita secara mandiri.
Guru menginformasikan tentang asesmen sumatif yang akan datang.
Guru menutup pembelajaran.
Asesmen:
Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran):
Non-kognitif: Melalui kuesioner singkat atau diskusi kelas tentang pengalaman membaca cerita, minat terhadap cerita fantasi/fabel, dan gaya belajar yang disukai.
Kognitif: Tes singkat esai atau pilihan ganda tentang pemahaman dasar cerita (misalnya, apa itu tokoh, apa itu latar).
Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran):
Observasi: Guru mengamati partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok, kemampuan bekerja sama, dan kemandirian dalam mengerjakan tugas.
Penilaian Kinerja: Penilaian terhadap hasil diskusi kelompok (LKPD), presentasi lisan, dan kemampuan memberikan umpan balik kepada kelompok lain.
Pertanyaan Lisan: Pertanyaan guru kepada peserta didik secara acak untuk mengecek pemahaman.
Refleksi Diri: Peserta didik mengisi jurnal singkat tentang apa yang telah mereka pelajari, kesulitan yang dihadapi, dan strategi mereka untuk mengatasinya.
Asesmen Sumatif (Setelah Selesai Materi):
Ujian Tertulis/Praktikum:
Peserta didik diberikan satu cerita fantasi atau fabel baru (yang belum pernah dibahas).
Bagian 1 (Analisis): Peserta didik diminta untuk:
Mengidentifikasi dan menjelaskan unsur-unsur intrinsik (tokoh, latar, alur, tema, amanat) dari cerita tersebut.
Menyimpulkan isi cerita secara keseluruhan.
Bagian 2 (Produksi): Peserta didik diminta untuk menulis ringkasan cerita tersebut dengan bahasa sendiri, memperhatikan kelengkapan unsur penting dan kejelasan penyampaian.
Pengayaan dan Remedial:
Pengayaan:
Peserta didik yang telah mencapai KKM dengan baik dapat diberikan tugas untuk menganalisis cerita fantasi/fabel yang lebih kompleks, menulis ulasan cerita, atau bahkan mencoba menulis draf cerita fantasi/fabel pendek mereka sendiri.
Mencari dan menganalisis perbedaan gaya penulisan cerita fantasi/fabel dari berbagai budaya.
Remedial:
Peserta didik yang belum mencapai KKM akan diberikan bimbingan khusus, materi tambahan (modul singkat atau video penjelasan), dan latihan soal berjenjang yang lebih terstruktur dan spesifik pada bagian yang belum dikuasai (misalnya, fokus hanya pada identifikasi tokoh dan latar).
Mengulang analisis unsur intrinsik dengan bimbingan langsung dari guru menggunakan cerita yang lebih sederhana.
C. Lampiran
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD):
LKPD 1: Mengidentifikasi Cerita Fantasi dan Fabel
Berisi tabel perbandingan ciri-ciri cerita fantasi dan fabel.
Kolom untuk mencatat hasil diskusi kelompok mengenai identifikasi jenis cerita.
LKPD 2: Menganalisis Unsur Intrinsik (Tokoh, Latar, Alur)
Tabel untuk menganalisis tokoh (nama, sifat, peran), latar (waktu, tempat, suasana), dan alur (tahapan).
Kolom untuk menjelaskan hubungan antarunsur.
LKPD 3: Menganalisis Unsur Intrinsik (Tema, Amanat) dan Menyimpulkan
Bagian untuk menuliskan tema dan amanat dari cerita.
Bagian untuk menyusun kesimpulan cerita.
LKPD 4: Menulis Ringkasan Cerita
Panduan langkah-langkah menulis ringkasan.
Ruang kosong untuk peserta didik menulis ringkasan cerita pilihan mereka.
Daftar periksa (checklist) untuk menilai ringkasan sendiri (misal: Apakah sudah menggunakan bahasa sendiri? Apakah mencakup unsur utama?).
Bahan Bacaan Guru & Peserta Didik:
Untuk Guru:
Buku referensi Bahasa Indonesia SMP Kurikulum Merdeka.
Jurnal atau artikel tentang pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran sastra.
Kumpulan cerita fantasi dan fabel dari berbagai sumber.
Panduan Problem-Based Learning.
Untuk Peserta Didik:
Modul ringkas tentang pengertian dan ciri-ciri cerita fantasi dan fabel.
Penjelasan detail tentang setiap unsur intrinsik dengan contoh.
Berbagai contoh cerita fantasi dan fabel pendek (bisa disediakan dalam bentuk cetak atau tautan ke sumber online).
Contoh ringkasan cerita yang baik.
Glosarium istilah sastra.
Komentar
Posting Komentar