Lionel Richie
Dari panggung musik funk bersama Commodores hingga menjadi raja lagu cinta di era 1980-an, Lionel Richie adalah salah satu penyanyi dan pencipta lagu tersukses sepanjang masa.
Era Commodores: Dari Funk ke Ballad Romantis
Dilahirkan di Tuskegee, Alabama, Lionel Richie memulai karier musiknya pada tahun 1968 sebagai saksofonis dan vokalis pendukung untuk band R&B/funk Commodores.
Awal Karier: Commodores dikenal lewat lagu-lagu funk bertempo cepat seperti "Brick House".
Titik Balik: Bakat Richie menulis lagu-lagu lambat (ballad) mulai mendominasi lewat lagu hits seperti "Easy" dan "Three Times a Lady".
Kesuksesan lagu-lagu ini perlahan menggeser sorotan utama band ke sosok Richie.
Solo Career: Menjadi Megabintang Pop
Pada tahun 1982, Richie resmi bersolo karier.
Can't Slow Down (1983):
Memenangkan Grammy Award for Album of the Year dan melahirkan deretan lagu megahits. We Are the World (1985): Richie menulis lagu amal bersejarah ini bersama Michael Jackson untuk penggalangan dana bencana kelaparan di Afrika.
Dancing on the Ceiling (1986): Memperkokoh posisinya di puncak industri musik pop.
Kisah di Balik Lagu Hits Legendaris
1. Endless Love (1981) – Duet Abadi Bersama Diana Ross
Lagu ini kerap dinobatkan oleh Billboard sebagai duet musik terbaik sepanjang masa.
Awalnya Hanya Instrumental:
Sutradara film Endless Love, Franco Zeffirelli, awalnya meminta Richie membuat musik instrumental. Namun di tengah jalan, Zeffirelli mengubah pikiran dan meminta lagu dengan lirik yang dinyanyikan oleh Diana Ross. Richie akhirnya diajak menjadi rekan duetnya. Rekaman Jam 3 Pagi: Jadwal Richie dan Diana Ross sangat padat.
Mereka akhirnya merekam lagu ini di sebuah studio kecil di Reno sekitar jam 3 pagi—setelah Diana selesai tampil di panggung dan Richie baru selesai sesi rekaman lain. Puncak Sukses: Lagu ini bertahan di posisi #1 Billboard Hot 100 selama 9 minggu berturut-turut dan menjadi batu loncatan terbesar Richie menuju karier solo.
2. Hello (1984) – Lagu Hits yang Nyaris Dibuang
Lagu ballad ikonik ini memiliki kisah unik di balik pembuatannya:
Bermula dari Candaan: Saat Richie masih muda, ia merasa pemalu untuk menyapa wanita.
Suatu hari di studio, produser James Anthony Carmichael masuk, dan Richie menyapa dengan bernyanyi sambil main piano: "Hello, is it me you're looking for?". Hampir Dibatalkan: Carmichael langsung terkesan dan menyuruh Richie menyelesaikannya.
Namun, Richie ragu karena menganggap lirik refrain-nya terlalu corny (klise). Carmichael harus membujuknya agar lagu ini tidak dibuang. Video Musik Ikonik: Disutradarai oleh Bob Giraldi, video klipnya menampilkan Richie sebagai guru yang jatuh cinta pada murid seninya yang tunanetra, yang membuat patung wajah Richie dari tanah liat. Video ini menjadi salah satu klip paling terkenal di era MTV.
.jpeg)
Komentar
Posting Komentar