modul ajar dengan pendekatan Deep Learning untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, topik Recount Text, untuk siswa kelas 8 semester genap SMP,

 modul ajar dengan pendekatan Deep Learning untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, topik Recount Text, untuk siswa kelas 8 semester genap SMP,


Modul Ajar Bahasa Inggris: Recount Text

A. Informasi Umum

Nama Penulis/Penyusun: Doddy, S.Pd

Institusi: SMP Negeri 3 Tgr

Tahun Penyusunan: 2025

Jenjang Sekolah/Tingkat: Fase D/Kelas 8

Semester: Genap

Mata Pelajaran: Bahasa Inggris

Topik/Materi Pokok: Teks Rekon (Recount Texts): Tema ini melibatkan cerita tentang pengalaman masa lalu, baik pribadi maupun orang lain. Siswa akan belajar menggunakan bentuk lampau (past tense), konjungsi waktu (temporal conjunctions), dan menyusun peristiwa secara kronologis.

Alokasi Waktu: 4 Pertemuan x 80 menit = 320 menit

Kata Kunci: Recount Text, Past Tense, Temporal Conjunctions, Chronological Order, Deep Learning, Problem-Based Learning.

Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Pendekatan: Deep Learning

Sarana & Prasarana:

  • Akses internet stabil (untuk riset dan eksplorasi video/audio)

  • Komputer/Laptop/Tablet per kelompok

  • Proyektor/Smartboard

  • Spidol dan papan tulis

  • Kartu kata/flashcards (kata kerja bentuk lampau, konjungsi waktu)

  • Buku teks Bahasa Inggris

  • Lembar kerja/aktivitas

  • Rekaman audio/video (contoh recount text dari berbagai sumber, seperti berita, vlog, atau wawancara)

Target Peserta Didik: Peserta didik reguler, tidak ada kesulitan belajar, dan memiliki akses terhadap teknologi dasar.


B. Komponen Inti

Kompetensi Awal yang Harus Dimiliki Siswa:

  • Peserta didik memiliki pemahaman dasar tentang struktur kalimat sederhana dalam bahasa Inggris.

  • Peserta didik mampu mengidentifikasi beberapa kata kerja dasar dan kata benda dalam bahasa Inggris.

  • Peserta didik memiliki kemampuan untuk membaca teks pendek berbahasa Inggris dengan bantuan.

Profil Pelajar Pancasila:

  1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: Siswa mengembangkan sikap jujur dalam menyampaikan pengalaman pribadi dan menghargai pengalaman orang lain.

  2. Bergotong royong: Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk menganalisis dan menyusun recount text.

  3. Mandiri: Siswa mampu mencari informasi tambahan dan belajar secara independen untuk memahami konsep recount text.

  4. Bernalar kritis: Siswa menganalisis struktur dan ciri kebahasaan recount text serta mengevaluasi keakuratan informasi.

  5. Kreatif: Siswa mampu menyusun recount text dengan ide-ide orisinal dan gaya penulisan yang menarik.

Capaian Pembelajaran (CP) / Tujuan Pembelajaran (TP):

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik dapat:

  • Pertemuan 1: Mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan (past tense, temporal conjunctions) dari berbagai jenis recount text sederhana (personal recount).

  • Pertemuan 2: Menganalisis perbedaan jenis recount text (personal recount, factual recount, imaginative recount) berdasarkan fungsi sosial, struktur, dan unsur kebahasaan.

  • Pertemuan 3: Menyusun kerangka recount text (personal recount) dengan memperhatikan urutan peristiwa dan penggunaan past tense serta temporal conjunctions.

  • Pertemuan 4: Menulis dan mempresentasikan recount text (personal recount) secara koheren dan kohesif dengan menggunakan kaidah kebahasaan yang tepat.

Pemahaman Bermakna:

Melalui pembelajaran recount text, siswa akan memahami bahwa menceritakan kembali pengalaman adalah cara untuk berbagi, belajar dari masa lalu, dan memahami sudut pandang orang lain. Kemampuan ini penting dalam komunikasi sehari-hari, baik lisan maupun tulisan, serta membantu siswa mengorganisir informasi secara kronologis.

Pertanyaan Pemantik:

  • Pernahkah kamu menceritakan kembali pengalaman liburanmu kepada teman atau keluargamu? Apa saja yang kamu ceritakan?

  • Bagaimana cara kita membuat cerita menjadi mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca?

  • Mengapa penting untuk menceritakan peristiwa secara berurutan?

Materi Pembelajaran:

  • Definisi dan fungsi sosial recount text.

  • Jenis-jenis recount text: personal recount, factual recount, imaginative recount.

  • Struktur teks recount text: Orientation, Events, Re-orientation.

  • Unsur kebahasaan recount text:

  • Penggunaan Past Tense (Simple Past, Past Continuous, Past Perfect – disesuaikan level).

  • Penggunaan Temporal Conjunctions (e.g., first, then, next, after that, finally, before, when, while).

  • Penggunaan Action Verbs.

  • Penggunaan Adverbs of Time and Place.

  • Contoh-contoh recount text (personal experience, historical events, news reports).

Kegiatan Pembelajaran:

Pendahuluan (15 menit)

  1. Pembukaan: Guru memberi salam, berdoa, dan mengecek kehadiran siswa.

  2. Apersepsi: Guru menampilkan beberapa gambar atau video singkat yang menggambarkan berbagai pengalaman (liburan, kejadian unik, berita). Guru bertanya: "Apa yang bisa kalian ceritakan dari gambar/video ini? Bagaimana cara kita menceritakan sesuatu yang sudah terjadi?"

  3. Pertanyaan Pemantik: Guru mengajukan pertanyaan pemantik yang relevan dengan topik recount text.

  4. Motivasi & Tujuan: Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari (pentingnya bercerita, berbagi pengalaman). Guru juga menjelaskan bahwa materi ini akan membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kronologis.


Kegiatan Inti (Variatif):

Pertemuan 1: Mengenal Personal Recount (60 menit)

Eksplorasi Konsep:

  1. Guru menjelaskan definisi dan fungsi sosial recount text, khususnya personal recount.

  2. Guru menampilkan contoh-contoh personal recount text (misalnya, teks tentang pengalaman liburan guru, atau video blog pendek tentang pengalaman seseorang).

  3. Siswa secara individu membaca/menonton contoh teks dan mengidentifikasi apa yang diceritakan.

  4. Guru memperkenalkan struktur teks personal recount: Orientation, Events, Re-orientation.

  5. Guru menjelaskan unsur kebahasaan utama: penggunaan Simple Past Tense dan Temporal Conjunctions. Siswa diberikan daftar kata kerja beraturan dan tidak beraturan yang umum.

Diskusi Kelompok:

  1. Siswa dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).

  2. Setiap kelompok diberi satu contoh personal recount text yang berbeda.

  3. Kelompok menganalisis teks tersebut, mengidentifikasi:

  • Siapa yang terlibat, di mana, dan kapan kejadiannya (Orientation).

  • Urutan peristiwa utama (Events) – menandai penggunaan past tense dan temporal conjunctions.

  • Kesimpulan/kesan penulis (Re-orientation).

  1. Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis mereka di depan kelas.

Pertemuan 2: Menganalisis Jenis Recount Text & Detail Kebahasaan (60 menit)

Eksplorasi Konsep:

  1. Guru mereview kembali personal recount.

  2. Guru memperkenalkan jenis recount text lain: factual recount (misal: laporan berita peristiwa, biografi singkat) dan imaginative recount (misal: cerita fiksi berdasarkan pengalaman yang diimajinasikan).

  3. Guru menampilkan contoh-contoh teks dari masing-masing jenis recount dan menyoroti perbedaan fungsi sosial, struktur, dan unsur kebahasaan yang dominan.

  4. Guru memperdalam pemahaman tentang past tense (Simple Past, Past Continuous, Past Perfect – jika relevan dengan level siswa) dan bagaimana penggunaannya dalam recount text untuk menunjukkan urutan dan durasi peristiwa.

  5. Guru juga mengulas lebih banyak temporal conjunctions dan contoh penggunaannya.

Praktikum/Hands-on Coding (Analog):

Mengacu pada 'coding' dalam konteks deep learning sebagai proses menyusun instruksi logis dan berurutan, di sini kita mengadaptasinya menjadi menyusun kalimat dan paragraf secara logis.

  1. Setiap kelompok diberikan kartu-kartu berisi potongan-potongan kalimat atau frasa yang membentuk sebuah recount text yang campur aduk (juga berisi kalimat pengecoh).

  2. Tugas kelompok adalah "mengurutkan kode" kalimat-kalimat tersebut menjadi recount text yang benar dan koheren, dengan memperhatikan struktur teks dan penggunaan konjungsi waktu.

  3. Setelah selesai, kelompok mempresentasikan recount text yang telah mereka susun dan menjelaskan alasan urutannya.

  4. Guru memberikan feedback langsung dan mengoreksi jika ada kesalahan.

Pertemuan 3: Menyusun Kerangka Personal Recount (60 menit)

Eksplorasi Konsep:

  1. Guru meninjau ulang konsep recount text dan pentingnya perencanaan sebelum menulis.

  2. Guru memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara menyusun kerangka personal recount:

  • Memilih pengalaman pribadi yang menarik.

  • Mengidentifikasi siapa, di mana, kapan (Orientation).

  • Mencatat peristiwa-peristiwa penting secara berurutan (Events).

  • Menentukan kesan atau pelajaran dari pengalaman tersebut (Re-orientation).

  • Memikirkan kata kerja bentuk lampau dan konjungsi waktu yang akan digunakan.

Diskusi Kelompok & Praktikum/Hands-on Coding (Analog):

  1. Siswa bekerja dalam kelompok. Setiap siswa dalam kelompok memilih satu pengalaman pribadi yang ingin mereka ceritakan.

  2. Secara individu, siswa mulai membuat kerangka recount text mereka di LKPD.

  3. Dalam kelompok, siswa saling berbagi kerangka mereka dan memberikan feedback konstruktif:

  • Apakah urutannya logis?

  • Apakah penggunaan past tense sudah tepat?

  • Apakah ada cukup detail?

  • Apakah konjungsi waktu digunakan dengan efektif?

  1. Guru berkeliling membimbing dan memberikan saran kepada setiap kelompok. Ini adalah fase "debugging" awal dari ide-ide mereka.

Pertemuan 4: Menulis dan Mempresentasikan Personal Recount (60 menit)

Eksplorasi Konsep:

  1. Guru mengingatkan kembali tentang pentingnya penulisan yang jelas dan kohesif.

  2. Guru memberikan contoh bagaimana mengembangkan poin-poin dalam kerangka menjadi kalimat dan paragraf yang lengkap.

  3. Guru menekankan pentingnya proofreading (pengecekan ulang) dan revisi.

Praktikum/Hands-on Coding (Analog):

  1. Siswa secara individu mengembangkan kerangka recount text mereka menjadi draf lengkap.

  2. Siswa dapat menggunakan komputer/laptop untuk mengetik draf mereka, memanfaatkan fitur pengecekan tata bahasa dasar jika tersedia.

  3. Setelah menyelesaikan draf pertama, siswa melakukan peer-editing (saling mengoreksi) dengan teman sebangkunya, fokus pada:

  • Struktur teks (Orientation, Events, Re-orientation).

  • Penggunaan past tense dan temporal conjunctions.

  • Kelancaran dan kejelasan cerita.

  • Ejaan dan tata bahasa umum.

  1. Siswa melakukan revisi berdasarkan masukan.

  2. Presentasi: Beberapa siswa (secara sukarela atau ditunjuk) mempresentasikan recount text mereka di depan kelas. Mereka dapat membacakan atau menceritakannya secara lisan.


Penutup (5 menit per pertemuan)

  1. Refleksi: Guru membimbing siswa untuk merefleksikan pembelajaran hari ini: "Apa yang kalian pelajari hari ini? Bagian mana yang paling menantang/menarik?"

  2. Rangkuman: Guru bersama siswa merangkum poin-poin penting yang telah dipelajari.

  3. Tindak Lanjut: Guru memberikan tugas singkat atau arahan untuk pertemuan berikutnya (jika ada).

  4. Penutup: Guru menutup pelajaran dengan salam.


Asesmen:

Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran):

  • Observasi: Guru mengamati partisipasi siswa dalam diskusi awal dan pertanyaan pemantik.

  • Kuis Singkat Lisan/Tulis (Opsional): Siswa diminta menyebutkan beberapa kata kerja bentuk lampau yang mereka ketahui atau menceritakan satu kalimat tentang pengalaman mereka kemarin.

Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran):

  • Diskusi Kelompok: Penilaian observasi terhadap keaktifan, kerja sama, dan kemampuan siswa dalam menganalisis teks.

  • Penyusunan Kerangka Recount Text: Penilaian terhadap kelengkapan dan keterurutan kerangka yang dibuat siswa.

  • Peer-editing: Penilaian terhadap kemampuan siswa memberikan feedback konstruktif dan menerima masukan.

  • Performa "Hands-on Coding" (Mengurutkan Kalimat): Penilaian terhadap kemampuan kelompok dalam menyusun teks secara logis.

Asesmen Sumatif (Akhir Topik):

Ujian Tertulis/Praktikum:

  • Menulis Recount Text (Produksi Teks): Siswa menulis recount text (personal recount) tentang pengalaman pribadi mereka (minimal 80-100 kata), dengan memperhatikan:

  • Kesesuaian dengan fungsi sosial dan struktur teks (Orientation, Events, Re-orientation).

  • Ketepatan penggunaan Simple Past Tense.

  • Kesesuaian penggunaan Temporal Conjunctions.

  • Koherensi dan kohesi teks.

  • Ejaan dan tata bahasa.

  • Presentasi Lisan (Opsional): Siswa mempresentasikan recount text yang telah ditulis secara lisan, dinilai berdasarkan:

  • Kelancaran berbicara.

  • Intonasi dan pelafalan.

  • Konten dan kejelasan cerita.

Pengayaan dan Remedial:

  • Pengayaan: Bagi siswa yang telah menguasai materi, dapat diberikan tugas tambahan seperti:

  • Menganalisis jenis recount text yang lebih kompleks (misalnya, berita faktual dari koran/situs berita berbahasa Inggris).

  • Menulis imaginative recount atau factual recount.

  • Membuat video blog (vlog) pendek tentang pengalaman pribadi.

  • Mencari dan berbagi contoh recount text dari berbagai media.

  • Remedial: Bagi siswa yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat diberikan bimbingan khusus:

  • Mengerjakan ulang latihan identifikasi past tense atau temporal conjunctions.

  • Mengerjakan ulang lembar kerja dengan panduan lebih intensif dari guru.

  • Fokus pada struktur teks dasar dan penggunaan past tense yang paling esensial.

  • Membuat recount text yang lebih pendek dan sederhana.


C. Lampiran

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD):

  • LKPD 1: Identifikasi Recount Text

  • Berisi 2-3 contoh personal recount text pendek.

  • Pertanyaan untuk mengidentifikasi Orientation, Events, Re-orientation.

  • Tabel untuk mencatat kata kerja bentuk lampau dan konjungsi waktu yang ditemukan.

  • LKPD 2: Urutan Peristiwa (Praktikum "Hands-on Coding")

  • Berisi potongan-potongan kalimat dari sebuah recount text yang perlu diurutkan.

  • Bisa juga berisi kalimat-kalimat yang perlu diubah ke bentuk past tense yang benar.

  • LKPD 3: Menyusun Kerangka Recount Text

  • Tabel kosong untuk siswa mengisi Orientation, Events (dengan poin-poin kronologis), dan Re-orientation dari pengalaman pribadi mereka.

  • Kolom untuk mencatat perkiraan kata kerja bentuk lampau dan konjungsi waktu yang akan digunakan.

  • LKPD 4: Penulisan Draf dan Revisi

  • Lembar kosong untuk menulis draf recount text.

  • Ceklis peer-editing untuk siswa saling mengoreksi.

Bahan Bacaan Guru & Peserta Didik:

  • Untuk Guru:

  • Jurnal atau artikel tentang penerapan Deep Learning dalam pembelajaran bahasa.

  • Buku referensi tata bahasa Inggris, khususnya bab tentang Past Tense dan Conjunctions.

  • Contoh-contoh recount text dari berbagai sumber dan jenjang.

  • Untuk Peserta Didik:

  • Modul ringkas tentang Recount Text, Past Tense, dan Temporal Conjunctions.

  • Kumpulan contoh recount text dari berbagai sumber (buku, majalah, internet).

  • Daftar kata kerja beraturan dan tidak beraturan yang umum digunakan.

  • Video atau audio singkat tentang pengalaman pribadi yang diceritakan.


Modul ini dirancang untuk mendorong siswa tidak hanya menghafal aturan, tetapi juga memahami konsep secara mendalam, menghubungkannya dengan konteks nyata, dan mengaplikasikannya secara kreatif melalui berbagai aktivitas. Pendekatan Deep Learning ditekankan melalui kegiatan eksplorasi konsep yang mendalam, analisis kritis, serta aplikasi praktis dalam menyusun dan mempresentasikan teks.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul ajar IPS untuk kelas 7 semester 2 dengan tema "Ekonomi Kreatif dan Potensi Pengembangannya, serta Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal"

PAKET SEMANGAT PAGI FULL ALBUM 🎧1 JAM KUMPULAN DJ BASS SANTAI

Modul ajar dengan pendekatan Deep Learning bahasa Indonesia kls 7/ ganjil deep learning kurikulum nasional

Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Photomath untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas XI SMK pada Topik Fungsi Kuadrat..