Modul ajar IPS untuk kelas 7 semester 2 dengan tema "Ekonomi Kreatif dan Potensi Pengembangannya, serta Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal"
Modul ajar IPS untuk kelas 7 semester 2 dengan tema "Ekonomi Kreatif dan Potensi Pengembangannya, serta Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal"
Tema: Ekonomi Kreatif dan Potensi Pengembangannya, serta Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal
Identitas Modul
Nama Sekolah: SMP Negeri 3 Mnj
Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Fase/Kelas: D/VII (Tujuh)
Semester: 2 (Dua)
Tahun Ajaran: 2025/2026
Alokasi Waktu: 4 Pertemuan (4 x 80 menit = 320 menit)
Guru Mata Pelajaran: Dody Dz, S.Pd.
Kompetensi Awal
Siswa diharapkan telah memiliki pemahaman dasar tentang:
Konsep kebutuhan dan kelangkaan dalam kegiatan ekonomi.
Interaksi manusia dengan lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi.
Jenis-jenis kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Profil Pelajar Pancasila
Modul ini berfokus pada pengembangan Profil Pelajar Pancasila berikut:
Bergotong Royong: Melalui kerja kelompok dan proyek bersama dalam mengidentifikasi dan mengembangkan ide ekonomi kreatif.
Mandiri: Dalam mencari informasi, menganalisis data, dan merumuskan gagasan secara individu sebelum berkolaborasi.
Bernalar Kritis: Mengidentifikasi masalah, menganalisis potensi, dan mengevaluasi solusi dalam konteks ekonomi lokal dan kreatif.
Kreatif: Menghasilkan gagasan baru, mengembangkan prototipe sederhana, atau merancang presentasi yang inovatif tentang potensi ekonomi.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran ini, siswa diharapkan mampu:
Mengidentifikasi pengertian, karakteristik, dan contoh-contoh ekonomi kreatif di Indonesia.
Menganalisis potensi pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan sekitar.
Menganalisis peran pemerintah dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kreatif.
Menganalisis peran masyarakat dalam pengembangan potensi ekonomi lokal dan kreatif.
Merancang gagasan sederhana mengenai produk/jasa ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan di lingkungan lokal.
Mengomunikasikan hasil analisis dan gagasan terkait ekonomi kreatif serta peran pemerintah dan masyarakat.
Indikator Keberhasilan
Siswa mampu menjelaskan definisi dan ciri-ciri ekonomi kreatif.
Siswa mampu memberikan minimal 3 contoh bidang ekonomi kreatif.
Siswa mampu mengidentifikasi potensi ekonomi kreatif di Tasikmalaya dan sekitarnya.
Siswa mampu menjelaskan minimal 2 peran pemerintah dalam mendukung ekonomi lokal.
Siswa mampu menjelaskan minimal 2 peran masyarakat dalam mendukung ekonomi lokal.
Siswa mampu membuat minimal 1 gagasan produk/jasa ekonomi kreatif sederhana.
Siswa mampu mempresentasikan hasil diskusinya dengan jelas dan percaya diri.
Pertanyaan Pemantik
"Pernahkah kalian membeli produk unik yang dibuat oleh teman atau tetangga kalian? Apa yang membuat produk itu menarik?"
"Menurut kalian, apakah barang-barang kerajinan khas Tasikmalaya termasuk produk ekonomi kreatif? Mengapa?"
"Bagaimana cara pemerintah dan masyarakat bisa membantu pengusaha kecil di daerah kita agar produknya dikenal banyak orang?"
"Jika kalian punya ide bisnis yang keren, menurut kalian siapa saja yang harus mendukung ide kalian itu?"
Daftar Perlengkapan Ajar
Papan tulis/Whiteboard dan spidol
Proyektor dan layar
Speaker (opsional, untuk tayangan video)
Kertas karton/manila
Spidol warna-warni, pensil warna, alat tulis
Lem, gunting
Laptop/komputer untuk guru
Akses internet (jika memungkinkan)
Stopwatch/timer
Ringkasan Materi Ajar
Pertemuan 1: Mengenal Ekonomi Kreatif
Definisi Ekonomi Kreatif: Sektor ekonomi yang mengandalkan ide, gagasan, dan kreativitas individu sebagai aset utama.
Karakteristik Ekonomi Kreatif: Inovatif, orisinal, bernilai ekonomi tinggi, berbasis ide dan hak kekayaan intelektual.
Contoh Sektor Ekonomi Kreatif: Kuliner, fashion, kerajinan (kriya), musik, film, arsitektur, desain, periklanan, aplikasi digital, penerbitan, dll.
Potensi Ekonomi Kreatif di Lingkungan Lokal (Tasikmalaya): Identifikasi kerajinan tangan (bordir, mendong), kuliner khas, kesenian lokal, dll.
Pertemuan 2: Potensi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Lingkungan Lokal
Identifikasi Potensi: Menggali lebih dalam potensi sumber daya alam, budaya, dan SDM di lingkungan sekitar yang dapat dikembangkan menjadi produk/jasa ekonomi kreatif.
Tantangan dan Peluang: Membahas tantangan (modal, pemasaran, inovasi) dan peluang (pasar, teknologi) dalam pengembangan ekonomi kreatif.
Studi Kasus Sederhana: Contoh UMKM lokal yang berhasil mengembangkan produk/jasa kreatif.
Pertemuan 3: Peran Pemerintah dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal
Kebijakan Pemerintah: Regulasi, insentif pajak, perizinan, dan perlindungan hak kekayaan intelektual.
Fasilitasi dan Pembinaan: Pelatihan, pendampingan, akses modal (KUR), promosi dan pameran, pengembangan inkubator bisnis.
Infrastruktur Pendukung: Pembangunan sarana dan prasarana yang mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Pertemuan 4: Peran Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal
Dukungan dan Apresiasi: Membeli produk lokal, menyebarkan informasi positif, bangga dengan produk daerah.
Kolaborasi dan Inovasi: Membentuk komunitas, berbagi pengetahuan, mengembangkan ide bersama, berinovasi.
Pengawasan dan Pelestarian: Menjaga lingkungan, melaporkan praktik tidak bertanggung jawab, melestarikan warisan budaya.
Contoh Nyata: Kelompok sadar wisata, komunitas pengrajin, koperasi unit desa.
Daftar Lampiran Materi Pendukung
Artikel singkat tentang "Apa itu Ekonomi Kreatif?"
Infografis contoh sektor ekonomi kreatif.
Studi kasus UMKM Ekonomi Kreatif sukses di Jawa Barat/Indonesia.
Video singkat tentang peran pemerintah dalam mendukung UMKM.
Video singkat tentang inisiatif masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal.
Gambar-gambar produk kerajinan/kuliner khas Tasikmalaya.
Langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 (80 Menit): Mengenal Ekonomi Kreatif
Pendahuluan (10 menit)
Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran.
Guru memutarkan video pendek (2-3 menit) tentang berbagai produk kreatif di Indonesia (misal: kerajinan, kuliner unik, fashion).
Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian membeli produk unik yang dibuat oleh teman atau tetangga kalian? Apa yang membuat produk itu menarik?" dan "Menurut kalian, apakah barang-barang kerajinan khas Tasikmalaya termasuk produk ekonomi kreatif? Mengapa?"
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (60 menit)
Eksplorasi Individu (15 menit): Siswa diminta membaca ringkasan materi tentang definisi, karakteristik, dan contoh ekonomi kreatif (dari lampiran).
Diskusi Kelompok (25 menit): Siswa dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok diberikan gambar/foto produk ekonomi kreatif lokal (misal: bordir Tasikmalaya, anyaman mendong, batik, kuliner khas). Setiap kelompok berdiskusi:
Apakah ini termasuk ekonomi kreatif? Mengapa?
Apa keunikan/nilai lebih dari produk ini?
Siapa saja yang terlibat dalam pembuatannya?
Bagaimana potensi produk ini jika dikembangkan lebih lanjut?
Presentasi dan Tanya Jawab (20 menit): Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain diberi kesempatan untuk bertanya dan memberikan tanggapan. Guru memberikan penguatan konsep.
Penutup (10 menit)
Guru dan siswa merangkum poin-poin penting tentang pengertian dan karakteristik ekonomi kreatif.
Guru memberikan tugas rumah: Mengidentifikasi 3 produk atau jasa kreatif yang ada di lingkungan sekitar rumah masing-masing dan mencatat keunikan serta siapa yang membuatnya.
Pertemuan 2 (80 Menit): Potensi Pengembangan Ekonomi Kreatif di Lingkungan Lokal
Pendahuluan (10 menit)
Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran.
Guru meminta beberapa siswa secara acak untuk menyampaikan hasil tugas rumah mereka.
Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya dengan potensi pengembangan: "Setelah kita tahu apa itu ekonomi kreatif, sekarang kita akan bahas bagaimana kita bisa mengembangkan potensi itu, terutama di daerah kita."
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (60 menit)
Brainstorming Potensi Lokal (20 menit):
Siswa dibagi kembali dalam kelompok kecil (sama seperti pertemuan 1).
Setiap kelompok diminta membuat peta pikiran (mind map) tentang potensi lokal di Tasikmalaya dan sekitarnya (sumber daya alam, budaya, keahlian masyarakat) yang dapat menjadi ide ekonomi kreatif. Contoh: bambu untuk kerajinan, daun pandan untuk anyaman, kuliner khas, seni pertunjukan, dll.
Guru berkeliling memberikan bimbingan dan pertanyaan pemicu.
Desain Gagasan Produk Kreatif (30 menit):
Dari peta pikiran yang dibuat, setiap kelompok memilih satu potensi yang paling menarik dan mengembangkan gagasan produk/jasa ekonomi kreatif sederhana yang bisa dibuat.
Minta kelompok untuk memikirkan:
Nama produk/jasa
Bahan/keterampilan utama
Target pasar awal (siapa yang akan membeli)
Keunikan produk/jasa tersebut
Siswa dapat menggambar sketsa sederhana atau membuat daftar poin-poin penting.
Sharing Antar Kelompok (10 menit): Setiap kelompok mempresentasikan gagasan produk/jasanya secara singkat (2-3 menit per kelompok). Kelompok lain memberikan masukan atau pertanyaan.
Penutup (10 menit)
Guru memberikan apresiasi atas ide-ide kreatif siswa.
Guru mengingatkan bahwa ide-ide ini akan menjadi dasar untuk membahas peran pemerintah dan masyarakat.
Guru memberikan tugas rumah: Mencari informasi sederhana (dari orang tua, tetangga, atau internet) tentang bagaimana pemerintah atau masyarakat di sekitar mereka mendukung usaha kecil/ekonomi lokal.
Pertemuan 3 (80 Menit): Peran Pemerintah dalam Pengembangan Potensi Ekonomi Lokal
Pendahuluan (10 menit)
Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran.
Guru memulai dengan pertanyaan pemantik: "Jika kalian punya ide bisnis yang keren, menurut kalian siapa saja yang harus mendukung ide kalian itu?" dan "Bagaimana cara pemerintah bisa membantu pengusaha kecil di daerah kita agar produknya dikenal banyak orang?"
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
Kegiatan Inti (60 menit)
Curah Pendapat (15 menit): Siswa diminta menyampaikan hasil tugas rumah mereka mengenai peran pemerintah. Guru menuliskan poin-poin di papan tulis.
Analisis Kasus (25 menit):
Guru menayangkan video singkat/artikel (dari lampiran) tentang program pemerintah dalam mendukung UMKM (misal: bantuan modal KUR, pelatihan, pameran produk lokal).
Siswa dibagi kembali dalam kelompok. Setiap kelompok menganalisis video/artikel tersebut:
Apa peran pemerintah yang terlihat dalam video/artikel ini?
Menurut kalian, apakah peran ini efektif? Mengapa?
Bagaimana pemerintah bisa lebih mendukung ekonomi kreatif di daerah kita?
Diskusi Pleno dan Klarifikasi (20 menit): Setiap kelompok menyampaikan hasil analisisnya. Guru memimpin diskusi dan memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai berbagai bentuk peran pemerintah (kebijakan, fasilitas, infrastruktur).
Penutup (10 menit)
Guru dan siswa merangkum peran-peran penting pemerintah.
Guru memberikan penekanan bahwa pemerintah adalah fasilitator dan regulator.
Guru memberikan tugas rumah: Mengamati lingkungan sekitar dan mencatat contoh nyata bagaimana masyarakat saling mendukung atau berkolaborasi dalam kegiatan ekonomi.
Pertemuan 4 (80 Menit): Peran Masyarakat dan Proyek Kolaborasi Akhir
Pendahuluan (10 menit)
Guru mengucapkan salam dan memeriksa kehadiran.
Guru memulai dengan pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, selain pemerintah, siapa lagi yang punya peran besar agar usaha-usaha kreatif di daerah kita bisa maju?"
Guru meminta beberapa siswa secara acak untuk menyampaikan hasil tugas rumah mereka.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran terakhir dan kegiatan proyek.
Kegiatan Inti (60 menit)
Diskusi Peran Masyarakat (15 menit):
Guru memfasilitasi diskusi tentang peran masyarakat (pembeli, kolaborator, penjaga lingkungan, promotor).
Siswa dapat memberikan contoh konkret dari lingkungan mereka.
Proyek Mini: "Kreasi Lokal, Bangga Bersama" (40 menit)
Siswa dalam kelompok (tetap dengan kelompok yang sama) kembali ke gagasan produk/jasa kreatif yang sudah dibuat di pertemuan 2.
Setiap kelompok diminta untuk membuat poster/mind map/makalah sederhana (sesuai pilihan dan kreativitas kelompok) yang berisi:
Nama dan deskripsi produk/jasa ekonomi kreatif mereka.
Strategi sederhana untuk pengembangannya (misal: bahan baku, cara pembuatan, target pasar).
Identifikasi peran pemerintah yang dibutuhkan untuk mendukung produk/jasa mereka.
Identifikasi peran masyarakat yang dibutuhkan untuk mendukung produk/jasa mereka.
Nilai tambah/keunikan produk/jasa tersebut bagi lingkungan lokal.
Siswa diberi kebebasan untuk berkreasi menggunakan alat dan bahan yang tersedia. Guru berkeliling memberikan bimbingan dan memastikan semua anggota berpartisipasi.
Presentasi Proyek (5 menit): Setiap kelompok mempresentasikan hasil proyeknya secara singkat (1-2 menit per kelompok). Guru dan siswa lain memberikan apresiasi.
Penutup (10 menit)
Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal yang kreatif.
Guru memberikan penguatan bahwa ide-ide kreatif bisa membawa dampak positif bagi daerah.
Guru memberikan instrumen refleksi untuk diisi siswa.
Rencana Asesmen
A. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran Dimulai atau di Awal Pertemuan 1)
Bentuk: Pertanyaan lisan singkat atau kuesioner.
Contoh Pertanyaan:
"Apa yang kalian ketahui tentang produk-produk khas dari daerah kita?"
"Menurut kalian, apa itu 'kreatif'?"
"Pernahkah kalian melihat orang berjualan barang yang dibuat sendiri dengan tangan?"
B. Asesmen Formatif (Selama Proses Pembelajaran)
Observasi partisipasi aktif siswa: Keaktifan dalam diskusi kelompok, presentasi, dan tanya jawab.
Rubrik sederhana: Sangat aktif, cukup aktif, kurang aktif.
Penilaian hasil diskusi kelompok:
Kelengkapan dan relevansi jawaban: Apakah semua poin yang diminta dalam diskusi terjawab?
Keterlibatan anggota kelompok: Apakah semua anggota berkontribusi?
Kreativitas gagasan: Ide yang dihasilkan orisinal dan realistis.
Penilaian proyek mini "Kreasi Lokal, Bangga Bersama" (Pertemuan 4):
Konten: Keterkaitan gagasan produk dengan potensi lokal, kejelasan deskripsi produk, identifikasi peran pemerintah dan masyarakat.
Estetika/Presentasi: Kerapian poster/makalah, kejelasan penyampaian.
Kerja Sama Kelompok: Keterlibatan semua anggota.
C. Asesmen Sumatif (Setelah Selesai 4 Pertemuan)
Bentuk: Tes tertulis (esai singkat) dan/atau presentasi kelompok akhir.
Contoh Soal Esai:
Jelaskan pengertian ekonomi kreatif dan berikan 3 contoh bidangnya!
Identifikasi 2 potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan di Tasikmalaya dan jelaskan mengapa potensi tersebut menarik!
Jelaskan bagaimana peran pemerintah dan masyarakat dapat mendukung pengembangan salah satu potensi ekonomi kreatif yang kalian sebutkan di atas!
Proyek Individu/Kelompok: Masing-masing kelompok mempresentasikan final proyek "Kreasi Lokal, Bangga Bersama" yang sudah disempurnakan.
Rencana Diferensiasi
Modul ini dirancang dengan mempertimbangkan diferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa:
Diferensiasi Konten:
Bagi siswa yang belum memiliki pengetahuan awal yang kuat: Diberikan ringkasan materi yang lebih sederhana atau visualisasi yang lebih banyak. Guru akan memberikan bimbingan langsung dan contoh-contoh konkret yang familiar bagi mereka.
Bagi siswa yang sudah memiliki pengetahuan awal yang baik: Diberikan materi pendukung tambahan (artikel lebih kompleks, studi kasus mendalam) atau pertanyaan pemicu yang lebih menantang untuk mendorong analisis yang lebih dalam.
Diferensiasi Proses:
Belajar Mandiri: Siswa diberi pilihan untuk mengeksplorasi materi melalui video, artikel, atau infografis sesuai gaya belajar mereka.
Belajar Kelompok: Pembentukan kelompok heterogen (campuran kemampuan) untuk mendorong saling bantu dan kolaborasi. Guru akan berkeliling untuk memberikan scaffolding kepada kelompok yang membutuhkan bantuan.
Waktu Fleksibel: Memberikan sedikit fleksibilitas waktu dalam pengerjaan tugas kelompok bagi siswa yang membutuhkan waktu lebih.
Pilihan Keluaran Proyek: Siswa diberi kebebasan untuk memilih format proyek akhir (poster, mind map, makalah sederhana, presentasi digital) sesuai minat dan kemampuan mereka.
Diferensiasi Produk:
Hasil akhir proyek mini atau asesmen dapat bervariasi sesuai kemampuan siswa. Ada yang mungkin menghasilkan poster sangat detail, ada yang dalam bentuk poin-poin sederhana namun esensial. Fokus pada pemahaman konsep dan kemampuan mengaplikasikan, bukan hanya pada estetika.
Memberikan kesempatan kepada siswa yang mampu untuk mengembangkan ide proyek mereka lebih jauh (misal: membuat presentasi digital sederhana, wawancara dengan pengusaha lokal).
Sarana dan Prasarana
Ruang Kelas: Kondusif untuk diskusi kelompok dan presentasi.
Media Pembelajaran: Papan tulis/whiteboard, proyektor, speaker.
Alat Tulis: Spidol, pensil, pulpen, kertas.
Bahan Kreatif: Kertas karton/manila, spidol warna, lem, gunting (untuk proyek).
Teknologi (Opsional): Komputer/laptop, akses internet untuk riset mandiri atau menayangkan video.
Referensi Materi/Media Pembelajaran
Buku Teks IPS Kelas VII Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek).
Artikel dari website resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
Video dokumenter pendek tentang UMKM lokal atau ekonomi kreatif di Indonesia (misal: kanal YouTube tentang perjalanan pengusaha lokal).
Infografis tentang sektor ekonomi kreatif dari sumber terpercaya.
Wawancara (jika memungkinkan) dengan pelaku UMKM atau tokoh masyarakat lokal yang terlibat dalam ekonomi kreatif.
Lingkungan sekitar sekolah dan Tasikmalaya sebagai sumber observasi.
Lembar Kerja/Latihan/Asesmen
Lembar Kerja Kelompok (Pertemuan 1):
Tugas: Analisis Produk Ekonomi Kreatif
Amati gambar produk yang diberikan atau ingat produk khas Tasikmalaya yang kalian kenal.
Nama produk:
Apakah produk ini termasuk ekonomi kreatif? (Ya/Tidak)
Jelaskan alasanmu:
Apa keunikan/nilai lebih dari produk ini dibanding produk sejenis lainnya?
Siapa saja yang terlibat dalam pembuatan/pengembangan produk ini (misal: pengrajin, desainer, penjual)?
Menurut kalian, bagaimana potensi produk ini jika dikembangkan lebih lanjut?
Lembar Kerja Kelompok (Pertemuan 2):
Tugas: Peta Pikiran Potensi Lokal dan Gagasan Produk
Buatlah peta pikiran tentang potensi lokal di Tasikmalaya dan sekitarnya (sumber daya alam, budaya, keahlian masyarakat) yang bisa jadi ide ekonomi kreatif.
Dari peta pikiran di atas, pilih SATU potensi paling menarik dan kembangkan gagasan produk/jasa ekonomi kreatif sederhana.
Nama Produk/Jasa:
Bahan/Keterampilan Utama yang Digunakan:
Target Pasar Awal (Siapa yang akan membeli?):
Keunikan/Nilai Jual Produk/Jasa Ini:
Asesmen Sumatif (Esai Singkat):
Jelaskan pengertian ekonomi kreatif menurut pemahamanmu dan berikan 3 contoh bidang yang termasuk di dalamnya!
Identifikasi 2 potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan di daerah Tasikmalaya dan jelaskan mengapa potensi tersebut memiliki nilai jual!
Uraikan peran pemerintah dan peran masyarakat dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal. Berikan masing-masing 2 contoh peran nyata!
Instrumen Refleksi (Untuk Siswa)
Bacalah setiap pernyataan dan lingkari pilihan yang paling sesuai dengan perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran ini.
Saya memahami apa itu ekonomi kreatif.
Sangat Paham / Paham / Cukup Paham / Belum Paham
Saya bisa memberikan contoh produk ekonomi kreatif.
Sangat Bisa / Bisa / Cukup Bisa / Belum Bisa
Saya mengerti potensi ekonomi kreatif di daerah Tasikmalaya.
Sangat Mengerti / Mengerti / Cukup Mengerti / Belum Mengerti
Saya memahami peran pemerintah dalam mendukung ekonomi lokal.
Sangat Paham / Paham / Cukup Paham / Belum Paham
Saya memahami peran masyarakat dalam mendukung ekonomi lokal.
Sangat Paham / Paham / Cukup Paham / Belum Paham
Saya merasa aktif dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
Sangat Setuju / Setuju / Cukup Setuju / Tidak Setuju
Saya merasa ide-ide saya dihargai dalam diskusi kelompok.
Sangat Setuju / Setuju / Cukup Setuju / Tidak Setuju
Bagian mana dari pembelajaran ini yang paling kamu sukai? Mengapa?
Bagian mana dari pembelajaran ini yang masih sulit bagimu? Mengapa?
Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini dan ingin kamu bagikan kepada orang lain?
Semoga modul ajar ini bermanfaat,
Komentar
Posting Komentar