modul ajar Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas 7 SMP Negeri 3 Mnj, Modul Ajar IPS - Keragaman Budaya Indonesia

 Modul ajar Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas 7 SMP Negeri 3 Mnj, 

Modul Ajar IPS - Keragaman Budaya Indonesia

Identitas Modul

Informasi Modul

Deskripsi

Nama Penyusun

Dody Dz, S.Pd.

Instansi

SMP Negeri 3 Mnj

Tahun Pelajaran

2025/2026

Jenjang Sekolah

SMP

Mata Pelajaran

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Fase

D

Kelas

VII (Tujuh)

Semester

2 (Dua)

Topik

Keragaman Budaya Indonesia

Alokasi Waktu

2 Pertemuan x 80 menit (Total 160 menit)

Kompetensi Awal

Peserta didik diharapkan telah memiliki pemahaman dasar tentang:

  • Konsep masyarakat dan interaksi sosial.

  • Ciri-ciri fisik dan geografis wilayah Indonesia secara umum.

  • Keingintahuan tentang lingkungan sosial dan budaya di sekitarnya.

Profil Pelajar Pancasila

Dalam modul ini, profil pelajar Pancasila yang dikembangkan meliputi:

  1. Berkebinekaan Global: Peserta didik mampu menghargai keragaman budaya, memiliki kemampuan komunikasi interkultural, dan berinteraksi secara positif dengan budaya lain.

  2. Bergotong Royong: Peserta didik mampu bekerja sama dengan orang lain dalam menyelesaikan tugas kelompok, berbagi ide, dan mencapai tujuan bersama.

  3. Kreatif: Peserta didik mampu menghasilkan gagasan yang orisinal, fleksibel dalam berpikir, dan berani mengambil risiko dalam memecahkan masalah.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan pengertian kebudayaan dan mengidentifikasi unsur-unsur kebudayaan dengan tepat.

  2. Menganalisis keragaman budaya di Indonesia meliputi adat istiadat, bahasa, dan kesenian dari berbagai daerah.

  3. Menjelaskan konsep kearifan lokal dan mengidentifikasi contoh-contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Menghargai dan melestarikan keragaman budaya Indonesia sebagai identitas bangsa melalui berbagai aktivitas kreatif dan kolaboratif.

Indikator Keberhasilan

Peserta didik dikatakan berhasil jika:

  1. Mampu menjelaskan definisi kebudayaan secara mandiri.

  2. Mampu menyebutkan minimal 5 dari 7 unsur-unsur kebudayaan.

  3. Mampu memberikan contoh keragaman adat istiadat, bahasa, dan kesenian dari minimal 3 daerah di Indonesia.

  4. Mampu menjelaskan pengertian kearifan lokal dengan bahasa sendiri.

  5. Mampu menyebutkan minimal 3 contoh kearifan lokal yang masih relevan.

  6. Terlibat aktif dan menunjukkan kerja sama yang baik dalam diskusi kelompok dan proyek kolaboratif.

  7. Mampu menghasilkan karya (peta pikiran/poster digital/miniatur) yang relevan dengan tema keragaman budaya atau kearifan lokal.

Pertanyaan Pemantik

  • "Menurut kalian, apa yang membuat suatu kelompok masyarakat itu berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya?"

  • "Pernahkah kalian melihat festival budaya atau tarian tradisional? Budaya apa saja yang kalian kenal dari daerah di Indonesia?"

  • "Apakah ada tradisi atau kebiasaan unik di keluarga atau daerah asal kalian yang masih dilakukan hingga sekarang?"

Daftar Perlengkapan Ajar

  • Proyektor dan layar

  • Papan tulis/Whiteboard dan spidol

  • Speaker (jika diperlukan untuk video/audio)

  • Laptop/komputer guru

  • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  • Kartu kata/gambar terkait unsur budaya/keragaman budaya

  • Kertas karton/manila, spidol warna, alat tulis (untuk proyek kelompok)

  • Gunting, lem (untuk proyek kelompok)

  • Akses internet (opsional, untuk eksplorasi mandiri)

  • Aplikasi presentasi (misalnya: PowerPoint, Google Slides) atau aplikasi desain grafis sederhana (misalnya: Canva) jika siswa menggunakan perangkat digital.

Ringkasan Materi Ajar

Pertemuan 1: Pengertian dan Unsur-Unsur Kebudayaan

1. Pengertian Kebudayaan:

Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Kebudayaan bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Ia merupakan warisan sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi.

2. Unsur-Unsur Kebudayaan (Menurut Koentjaraningrat):

  • Sistem Bahasa: Alat komunikasi yang digunakan oleh masyarakat.

  • Sistem Pengetahuan: Segala sesuatu yang diketahui manusia tentang alam, masyarakat, dan dirinya sendiri.

  • Sistem Organisasi Sosial: Cara masyarakat mengatur hubungan antar individu dan kelompok (misalnya: keluarga, suku, negara).

  • Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi: Alat-alat yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup (misalnya: pakaian, rumah, alat transportasi).

  • Sistem Mata Pencaharian Hidup: Cara masyarakat memenuhi kebutuhan ekonominya (misalnya: pertanian, perdagangan, perikanan).

  • Sistem Religi (Kepercayaan): Sistem kepercayaan tentang hal-hal yang gaib dan sakral, serta praktik-praktik keagamaan.

  • Kesenian: Bentuk ekspresi keindahan dan kreativitas manusia (misalnya: tari, musik, seni rupa, sastra).

Pertemuan 2: Keragaman Budaya di Indonesia dan Konsep Kearifan Lokal

1. Keragaman Budaya di Indonesia:

Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan suku bangsa, menghasilkan keragaman budaya yang luar biasa.

  • Adat Istiadat: Kebiasaan atau tradisi turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi dan memiliki nilai-nilai luhur (misalnya: upacara adat perkawinan, upacara kematian, tradisi bersih desa). Contoh: Ngaben (Bali), Upacara Rambu Solo (Toraja), Sekaten (Jawa).

  • Bahasa: Setiap suku memiliki bahasa daerahnya sendiri. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah yang teridentifikasi. Contoh: Bahasa Jawa, Sunda, Batak, Minang, Bugis.

  • Kesenian: Meliputi seni tari, musik, teater, seni rupa, dan sastra. Contoh: Tari Saman (Aceh), Reog Ponorogo (Jawa Timur), Angklung (Jawa Barat), Wayang Kulit (Jawa), Ukiran Asmat (Papua).

2. Konsep Kearifan Lokal:

Kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur atau praktik-praktik baik yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat lokal, yang berisi pengetahuan, kepercayaan, pemahaman, atau kebiasaan untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial. Kearifan lokal sering kali berkaitan erat dengan konservasi alam dan keberlanjutan.

3. Contoh-Contoh Kearifan Lokal:

  • Sasi (Maluku): Larangan mengambil hasil alam (ikan, hasil kebun) dalam jangka waktu tertentu untuk menjaga kelestarian sumber daya.

  • Paceklik (Jawa): Tradisi menghemat pangan saat musim paceklik dengan mengonsumsi makanan alternatif.

  • Subak (Bali): Sistem irigasi tradisional yang diatur secara komunal, mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

  • Hutan Larangan (berbagai suku): Kawasan hutan yang disakralkan dan tidak boleh dirambah, melindungi keanekaragaman hayati.

  • Larangan Membuang Sampah Sembarangan: Kebiasaan turun-temurun di beberapa daerah untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Daftar Lampiran Materi Pendukung

  • Slide Presentasi PowerPoint/Google Slides: Berisi poin-poin penting materi, gambar, dan video pendek.

  • Video Animasi/Dokumenter Singkat:

  • Pengenalan kebudayaan secara umum.

  • Cuplikan keragaman adat istiadat, tarian, atau bahasa di Indonesia.

  • Contoh kearifan lokal dalam praktik.

  • Infografis: Unsur-unsur kebudayaan atau peta sebaran budaya di Indonesia.

  • Artikel/Teks Singkat: Cerita inspiratif tentang kearifan lokal.

  • Rubrik Penilaian: Untuk proyek kelompok dan presentasi.

Langkah Pembelajaran

Pertemuan 1: Pengertian dan Unsur-Unsur Kebudayaan (80 menit)

A. Pendahuluan (15 menit)

  1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan memulai dengan doa.

  2. Apersepsi (5 menit): Guru menampilkan gambar/video singkat tentang beragam aktivitas manusia di berbagai belahan dunia (misalnya: tarian tradisional, bangunan unik, pasar tradisional). Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, apa yang membuat suatu kelompok masyarakat itu berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya?"

  3. Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan pada pertemuan ini.

B. Kegiatan Inti (55 menit)

  1. Eksplorasi Konsep (15 menit - Mandiri & Diskusi Kelas):

  • Guru membagikan Kartu Kata (misalnya: bahasa, teknologi, religi, seni, dll.) atau Gambar (misalnya: candi, wayang, batik, rumah adat).

  • Peserta didik diminta untuk melihat kartu/gambar dan mencoba mengaitkannya dengan "hal-hal yang dilakukan atau dimiliki oleh suatu masyarakat."

  • Guru kemudian memfasilitasi diskusi kelas tentang apa itu kebudayaan berdasarkan pemahaman awal siswa.

  • Guru memberikan ringkasan materi singkat tentang pengertian kebudayaan melalui slide presentasi.

  1. Aktivitas Kelompok - Menjelajahi Unsur Budaya (25 menit - Kolaboratif & Kreatif):

  • Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).

  • Setiap kelompok diberikan LKPD 1: "Detektif Budaya" yang berisi daftar 7 unsur kebudayaan.

  • Tugas kelompok: Mencari contoh nyata (bisa dari Indonesia atau dunia) untuk setiap unsur kebudayaan dan menuliskannya di LKPD. Mereka bisa mencari di buku, internet (jika memungkinkan), atau berdasarkan pengetahuan umum.

  • Diferensiasi: Bagi kelompok yang kesulitan, guru dapat memberikan kartu petunjuk atau contoh awal. Bagi kelompok yang cepat, mereka bisa diminta mencari lebih banyak contoh atau menggambar ilustrasi.

  1. Presentasi dan Diskusi (15 menit - Kolaboratif & Bernalar Kritis):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat di depan kelas (2-3 menit per kelompok).

  • Kelompok lain dapat memberikan tanggapan atau pertanyaan.

  • Guru memberikan penguatan dan meluruskan konsep yang kurang tepat.

C. Penutup (10 menit)

  1. Refleksi (5 menit):

  • Guru meminta peserta didik untuk menuliskan 1 hal baru yang mereka pelajari hari ini dan 1 pertanyaan yang masih mengganjal di benak mereka terkait kebudayaan.

  • Beberapa siswa diminta berbagi hasil refleksinya.

  1. Tindak Lanjut (5 menit):

  • Guru memberikan pengantar singkat untuk pertemuan selanjutnya tentang keragaman budaya di Indonesia.

  • Guru meminta siswa untuk mencari tahu salah satu adat istiadat, tarian, atau bahasa daerah yang mereka ketahui.

Pertemuan 2: Keragaman Budaya di Indonesia dan Konsep Kearifan Lokal (80 menit)

A. Pendahuluan (15 menit)

  1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memeriksa kehadiran, dan memulai dengan doa.

  2. Apersepsi (5 menit): Guru memutar video singkat tentang keindahan keragaman budaya Indonesia (misalnya: kompilasi tarian daerah, festival adat). Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Budaya apa saja yang kalian kenal dari daerah di Indonesia? Apakah kalian tahu ada kebiasaan unik di daerah lain?"

  3. Penyampaian Tujuan (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan pada pertemuan ini.

B. Kegiatan Inti (55 menit)

  1. Eksplorasi Keragaman Budaya (15 menit - Mandiri & Bernalar Kritis):

  • Guru menampilkan peta Indonesia dan beberapa gambar/video ilustrasi tentang adat istiadat, bahasa, dan kesenian dari berbagai daerah di Indonesia.

  • Peserta didik diminta mengidentifikasi dan menyebutkan contoh-contoh keragaman tersebut.

  • Guru memberikan ringkasan materi tentang keragaman budaya di Indonesia.

  1. Aktivitas Kelompok - Proyek "Jelajah Budaya Nusantara" (25 menit - Kolaboratif, Kreatif & Bergotong Royong):

  • Peserta didik dibagi kembali dalam kelompok yang sama atau diacak.

  • Setiap kelompok mendapatkan tugas untuk memilih satu daerah di Indonesia (bisa acak atau ditentukan guru).

  • Tugas kelompok: Membuat peta pikiran (mind map), poster digital (menggunakan Canva/aplikasi lain jika ada), atau miniatur sederhana yang menggambarkan:

  • Minimal 2 contoh adat istiadat dari daerah tersebut.

  • Minimal 2 contoh kesenian (tari/musik/seni rupa) dari daerah tersebut.

  • Beberapa kata atau frasa dalam bahasa daerah tersebut.

  • Jika memungkinkan, satu contoh kearifan lokal dari daerah tersebut.

  • Guru memberikan ringkasan materi tentang kearifan lokal dan contoh-contohnya.

  • Diferensiasi: Guru menyediakan bahan yang bervariasi (kertas, spidol, gunting, lem, atau akses ke komputer/tablet) sesuai minat dan kemampuan kelompok. Guru memberikan bimbingan lebih intensif bagi kelompok yang membutuhkan.

  1. Presentasi Hasil Karya (15 menit - Kolaboratif & Berkebinekaan Global):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas (3-4 menit per kelompok).

  • Penekanan pada kreativitas dalam penyajian dan kemampuan menjelaskan isi karya mereka.

  • Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap nilai-nilai keragaman budaya dan kearifan lokal.

C. Penutup (10 menit)

  1. Refleksi (5 menit):

  • Peserta didik diminta mengisi Instrumen Refleksi (terlampir) tentang pemahaman mereka terhadap materi dan pengalaman belajar kelompok.

  • Guru menekankan pentingnya menghargai dan melestarikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa.

  1. Tindak Lanjut (5 menit):

  • Guru meminta peserta didik untuk selalu mencari tahu dan menghargai keragaman budaya di sekitar mereka.

  • Guru dapat memberikan tugas mandiri untuk mencari satu contoh kearifan lokal di daerah mereka sendiri.

Rencana Asesmen

A. Asesmen Diagnostik (Sebelum Pembelajaran - Opsional):

  • Metode: Pertanyaan singkat lisan/tertulis.

  • Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal siswa tentang kebudayaan dan keragaman budaya.

B. Asesmen Formatif (Selama Pembelajaran):

  1. Observasi partisipasi aktif: Guru mengamati keterlibatan siswa dalam diskusi kelas dan kelompok.

  • Instrumen: Lembar observasi partisipasi.

  1. Penilaian LKPD 1 ("Detektif Budaya"):

  • Metode: Penilaian produk.

  • Tujuan: Mengukur pemahaman siswa tentang unsur-unsur kebudayaan.

  • Rubrik: Ketepatan identifikasi contoh untuk setiap unsur.

  1. Penilaian Proyek "Jelajah Budaya Nusantara":

  • Metode: Penilaian produk dan presentasi.

  • Tujuan: Mengukur kemampuan siswa menganalisis keragaman budaya, menjelaskan kearifan lokal, serta kreativitas dan kolaborasi.

  • Rubrik Penilaian Proyek (Contoh):

Aspek Penilaian

Sangat Baik (4)

Baik (3)

Cukup (2)

Perlu Perbaikan (1)

Isi Materi (Akurasi)

Semua informasi akurat dan relevan.

Sebagian besar informasi akurat.

Ada beberapa informasi yang kurang akurat.

Informasi banyak yang tidak akurat.

Kreativitas Produk

Desain sangat menarik dan orisinal.

Desain menarik dan cukup orisinal.

Desain cukup sederhana.

Desain kurang menarik.

Kerja Sama Kelompok

Semua anggota berkontribusi aktif dan harmonis.

Sebagian besar anggota berkontribusi aktif.

Hanya beberapa anggota yang aktif.

Kurang menunjukkan kerja sama.

Presentasi

Disampaikan dengan jelas, percaya diri, dan interaktif.

Disampaikan dengan cukup jelas dan percaya diri.

Kurang jelas dalam penyampaian.

Tidak mampu menjelaskan hasil kerja.

C. Asesmen Sumatif (Setelah Pembelajaran - Opsional):

  • Metode: Tes tertulis (pilihan ganda dan esai singkat).

  • Tujuan: Mengukur pemahaman komprehensif siswa tentang keseluruhan materi.

Rencana Diferensiasi

1. Diferensiasi Konten:

  • Bagi siswa yang kesulitan: Memberikan materi pendukung berupa ringkasan materi yang lebih sederhana, kamus mini istilah, atau contoh-contoh visual yang lebih banyak. Guru memberikan bimbingan personal lebih intensif.

  • Bagi siswa yang cepat menguasai: Menyediakan bahan bacaan tambahan tentang budaya spesifik yang menarik bagi mereka, meminta mereka mencari lebih banyak contoh kearifan lokal, atau menjadi "pemandu" bagi teman-teman di kelompoknya.

2. Diferensiasi Proses:

  • Variasi dalam kegiatan kelompok: Memungkinkan siswa memilih media atau cara presentasi (misalnya: ada yang lebih suka menggambar, ada yang lebih suka menulis, ada yang lebih suka presentasi digital).

  • Waktu pengerjaan: Memberikan fleksibilitas waktu bagi kelompok yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk berdiskusi dan berkreasi, dengan tetap mengontrol alur pembelajaran.

  • Pendampingan Guru: Guru berkeliling kelas untuk memberikan bimbingan yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap kelompok.

3. Diferensiasi Produk:

  • Pilihan output proyek: Siswa dapat memilih bentuk output yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka (peta pikiran, poster digital, miniatur sederhana, dll.).

  • Kedalaman dan kompleksitas: Memberikan ekspektasi yang berbeda terhadap kedalaman informasi atau detail pada produk akhir sesuai dengan kemampuan siswa.

Sarana dan Prasarana

  • Ruang kelas yang nyaman dan cukup luas untuk diskusi kelompok.

  • Meja dan kursi yang dapat diatur untuk kolaborasi.

  • Papan tulis/whiteboard dan alat tulis.

  • Proyektor dan speaker.

  • Perangkat komputer/laptop guru.

  • Ketersediaan akses internet (jika memungkinkan).

  • Bahan-bahan untuk proyek kreatif (kertas karton, spidol warna, gunting, lem, dll.).

Referensi Materi/Media Pembelajaran

  • Buku Teks IPS Kelas VII Kurikulum Merdeka.

  • Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

  • Video edukasi dari platform seperti YouTube (misalnya: kanal Kemendikbudristek, National Geographic Indonesia).

  • Website Kementerian Kebudayaan, situs-situs berita budaya, atau portal informasi daerah di Indonesia.

  • Artikel ilmiah populer tentang kearifan lokal.

Lembar Kerja/Latihan/Asesmen

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD 1)

Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas: Detektif Budaya

Identifikasikan contoh-contoh nyata (baik dari Indonesia maupun dunia) untuk setiap unsur kebudayaan di bawah ini. Diskusikan dengan kelompokmu dan tuliskan jawabanmu!

No.

Unsur Kebudayaan

Contoh Nyata

1.

Bahasa

Contoh: Bahasa Sunda (Indonesia), Bahasa Inggris (Dunia)

2.

Sistem Pengetahuan

Contoh: Pengetahuan tentang obat-obatan tradisional (Indonesia), Ilmu Fisika (Dunia)

3.

Sistem Organisasi Sosial

Contoh: Sistem kerajaan (Indonesia), Sistem demokrasi (Dunia)

4.

Sistem Peralatan Hidup & Teknologi

Contoh: Batik (Indonesia), Smartphone (Dunia)

5.

Sistem Mata Pencarian Hidup

Contoh: Pertanian (Indonesia), Industri Manufaktur (Dunia)

6.

Sistem Religi (Kepercayaan)

Contoh: Upacara keagamaan di Bali (Indonesia), Natal (Dunia)

7.

Kesenian

Contoh: Tari Saman (Indonesia), Musik Klasik (Dunia)

Diskusikan: Mengapa semua unsur ini penting untuk membentuk suatu kebudayaan?

Rubrik Penilaian Proyek "Jelajah Budaya Nusantara" (Dapat dicetak)

Aspek Penilaian

Sangat Baik (4)

Baik (3)

Cukup (2)

Perlu Perbaikan (1)

Isi Materi (Akurasi & Kelengkapan)

Semua informasi (adat, seni, bahasa, kearifan lokal) akurat dan lengkap sesuai instruksi.

Sebagian besar informasi akurat dan cukup lengkap.

Ada beberapa informasi yang kurang akurat atau tidak lengkap.

Banyak informasi yang tidak akurat atau tidak ada.

Kreativitas & Estetika Produk

Desain sangat menarik, orisinal, dan penataan rapi. Menunjukkan upaya kreatifitas tinggi.

Desain menarik dan cukup rapi. Menunjukkan kreativitas yang baik.

Desain cukup sederhana dan kurang rapi.

Desain kurang menarik dan tidak rapi.

Kerja Sama Kelompok

Semua anggota berkontribusi aktif, saling mendukung, dan bekerja sama dengan sangat baik.

Sebagian besar anggota berkontribusi aktif dan bekerja sama dengan baik.

Hanya beberapa anggota yang aktif dan kerja sama kurang terlihat.

Kurang menunjukkan kerja sama dan banyak anggota yang pasif.

Kemampuan Presentasi

Disampaikan dengan sangat jelas, percaya diri, menarik, dan menjawab pertanyaan dengan baik.

Disampaikan dengan cukup jelas dan percaya diri, serta menjawab pertanyaan.

Kurang jelas dalam penyampaian dan kurang percaya diri.

Tidak mampu menjelaskan hasil kerja dengan baik.

Skor Maksimal: 16

Nilai: (Skor perolehan / Skor maksimal) x 100

Instrumen Refleksi Peserta Didik

Nama:

Kelas:

Setelah mengikuti pembelajaran tentang "Keragaman Budaya Indonesia" ini, mari kita refleksikan bersama:

  1. Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari hari ini tentang kebudayaan atau keragaman budaya di Indonesia?

  2. Bagaimana perasaan saya ketika bekerja sama dengan teman-teman dalam kelompok? Apakah ada tantangan?

  3. Apakah saya merasa ide-ide saya didengar dan dihargai dalam kelompok?

  4. Apakah saya sekarang lebih memahami pentingnya menghargai budaya lain? Mengapa?

  5. Apa satu hal yang akan saya lakukan setelah ini untuk ikut melestarikan budaya Indonesia atau kearifan lokal di sekitar saya?

Semoga modul ajar ini bermanfaat 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Modul Ajar Bahasa Inggris: Kls 7 sem ganjil Describing People

Modul ajar Bahasa Inggris

Improving Reading and Writing Skills through the Utilisation of Wattpad Application as Learning Media for Class XI Students of SMK Negeri 15 Mnb